<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Visikata BookStore</title>
	<atom:link href="http://store.visikata.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://store.visikata.com</link>
	<description>Writing , Business &#38; Technology</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 May 2011 05:18:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Five Minds For The Future &#8211; Bagaimana Memahami Jenis-Jenis Pikiran</title>
		<link>http://store.visikata.com/books/five-minds-for-the-future-bagaimana-memahami-jenis-jenis-pikiran/</link>
		<comments>http://store.visikata.com/books/five-minds-for-the-future-bagaimana-memahami-jenis-jenis-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 05:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>interstore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Mind]]></category>
		<category><![CDATA[Paradigma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://store.visikata.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Dalam buku ini, Howard Gardner mendefinisikan jenis-jenis pikiran yang amat sangat dibutuhkan di masa depan agar kita sanggup bertahan, secara pribadi dan profesional, dalam dunia di mana globalisasi berlangsung sangat cepat, informasi makin menggunung, sains dan teknologi yang semakin dominan, &#8230; <a class="more-link" href="http://store.visikata.com/books/five-minds-for-the-future-bagaimana-memahami-jenis-jenis-pikiran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2011/05/fiveminds150.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-66" title="fiveminds150" src="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2011/05/fiveminds150.jpg" alt="" width="150" height="231" /></a>Dalam buku ini, Howard Gardner  mendefinisikan jenis-jenis pikiran yang  amat sangat dibutuhkan di masa  depan agar kita sanggup bertahan, secara  pribadi dan profesional, dalam  dunia di mana globalisasi berlangsung  sangat cepat, informasi makin  menggunung, sains dan teknologi yang  semakin dominan, serta munculnya  benturan berbagai kultur.</p>
<p>Pikiran-pikiran tersebut adalah:</p>
<ul>
<li> <strong>Pikiran terdisiplin</strong>-penguasaan disiplin ilmu dan keterampilan profesional.</li>
<li> <strong>Pikiran menyintesis</strong>-kesanggupan untuk memadukan ide-ide dari berbagai   sumber dan menjadi kesatuan yang utuh dan mengomunikasikannya kepada   orang lain.</li>
<li> <strong>Pikiran mencipta</strong>-kesanggupan untuk menyingkapkan dan memperjelas problem, pertanyaan dan fenomena baru.</li>
<li> <strong>Pikiran merespek</strong>-kesadaran dan penghargaan terhadap perbedaan di antara umat manusia.</li>
<li> <strong>Pikiran etis</strong>-pemenuhan tanggung jawab sebagai pekerja dan warga.</li>
</ul>
</div>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fstore.visikata.com%2Fbooks%2Ffive-minds-for-the-future-bagaimana-memahami-jenis-jenis-pikiran%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://store.visikata.com/books/five-minds-for-the-future-bagaimana-memahami-jenis-jenis-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Long Tail &#8211; Buku Wajib Untuk Bisnis Online</title>
		<link>http://store.visikata.com/books/the-long-tail-buku-wajib-untuk-bisnis-online/</link>
		<comments>http://store.visikata.com/books/the-long-tail-buku-wajib-untuk-bisnis-online/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 05:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>interstore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Wajib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://store.visikata.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Ekonomi Baru dalam Kultur dan Bisnis: Bagaimana Pilihan Tak Terbatas Menciptakan Permintaan Tak Terbatas Apa yang terjadi ketika pilihan Anda hampir tak terbatas? Ketika segala sesuatu menjadi tersedia bagi setiap orang? Dan, ketika nilai gabungan jutaan produk yang terjual hanya &#8230; <a class="more-link" href="http://store.visikata.com/books/the-long-tail-buku-wajib-untuk-bisnis-online/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ekonomi Baru dalam Kultur dan Bisnis: Bagaimana Pilihan Tak Terbatas Menciptakan Permintaan Tak Terbatas</p>
<p><a href="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2011/05/thelongtail150.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-63" title="thelongtail150" src="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2011/05/thelongtail150.jpg" alt="" width="150" height="229" /></a>Apa yang terjadi ketika pilihan Anda hampir tak terbatas? Ketika segala  sesuatu menjadi tersedia bagi setiap orang? Dan, ketika nilai gabungan  jutaan produk yang terjual hanya dalam jumlah kecil menyamai atau bahkan  melebihi nilai gabungan produk bestseller?</p>
<p>Dalam buku yang menggemparkan ini, Chris Anderson menunjukkan bahwa masa  depan dunia bisnis bukan bertumpu pada produk &#8211; produk bestseller  bagian paling tebal dalam kurva permintaan tradisional melainkan pada  produk-produk yang sampai belum lama ini dianggap gagal atau sampah  produk &#8211; produk di bagian ekor panjang (Long Tail) yang tak ada  habisnya, pada kurva yang sama.</p>
<p>Sementara dunia kita diubah oleh Internet berikut pilihan hampir tak  terbatas yang ditawarkannya kepada konsumen, begitu pula model-model  bisnis tradisional mulai diubah sehubungan dengan kebenaran &#8211; kebenaran  baru yang tersingkap tentang apa yang diharapkan oleh konsumen serta  cara yang mereka inginkan untuk mendapatkan semua itu.</p>
<p>Dunia buku telah diubah oleh Amazon; bisnis rekaman telah diubah oleh  iTunes dan Rhapsody; transformasi serupa tengah berlangsung dan dalam  waktu dekat akan dialami oleh setiap bidang yang telah akrab dengan  kita. Ke mana pun kita memandang, toko-toko ukuran sedang, produk-produk  khusus, dan judul-judul unik segera menjadi sebuah kekuatan yang secara  kumulatif sangat dahsyat.</p>
<p>Penulis merambah jauh ke dalam model-model ekonomi baru zaman Internet,  menunjukkan di mana bisnis akan berkembang, tempat kita bisa menggali  setiap peluang besar yang ada: bagi para produsen baru, bagi pasar-pasar  baru (e-tailer), serta bagi para juru cicip (tastemaker). Ia  menunjukkan bagaimana model ekonomi ekor panjang berlaku bagi semua  industri dari bisnis mainan anak hingga periklanan dan hingga bisnis  perabotan dapur. Ia menjabarkan aturan-aturan yang perlu dikuasai agar  bisa berkiprah dalam ekonomi ekor panjang. Yang jelas, ia memberi kita  kesempatan mengintip ke masa depan yang pada hakikatnya telah dimulai  dari sekarang.</p>
<p>***</p>
<p>“Baca buku brilian yang hadir pada saat yang tepat ini bila kita ingin tahu masa depan bisnis.”<br />
&#8211;Eric Schmidt, CEO Google</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fstore.visikata.com%2Fbooks%2Fthe-long-tail-buku-wajib-untuk-bisnis-online%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://store.visikata.com/books/the-long-tail-buku-wajib-untuk-bisnis-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola SDM dengan Software OrangeHRM</title>
		<link>http://store.visikata.com/software/mengelola-sdm-dengan-software-orangehrm/</link>
		<comments>http://store.visikata.com/software/mengelola-sdm-dengan-software-orangehrm/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 09:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bookstore</dc:creator>
				<category><![CDATA[HRM]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>
		<category><![CDATA[HRIS]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://store.visikata.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[OrangeHRM® dibuat berdasarkan arsitektur modular yang terdiri dari modul-modul berikut: Modul Admin Modul Admin adalah salah satu bagian dari sistem dimana seorang HR Manajer atau personil yang ditunjuk menjalankan semua tugas administrasi sistem. Ini meliputi pendefinisian stuktur perusahaan (company structure), golongan gaji &#8230; <a class="more-link" href="http://store.visikata.com/software/mengelola-sdm-dengan-software-orangehrm/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/11/orangehrm01.jpg"><img class="size-full wp-image-49 aligncenter" title="orangehrm01" src="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/11/orangehrm01.jpg" alt="" width="375" height="193" /></a></p>
<p>OrangeHRM® dibuat berdasarkan arsitektur modular yang terdiri dari modul-modul berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Modul Admin</strong></li>
</ul>
<p>Modul Admin adalah salah satu bagian dari sistem dimana seorang HR Manajer atau personil yang ditunjuk menjalankan semua tugas administrasi sistem. Ini meliputi pendefinisian stuktur perusahaan (company structure), golongan gaji (pay grade), proyek (projects) yang dijalankan dan informasi lain yang melayani sebagai tulang punggung dari seluruh sistem. Isu keamanan sistem diatur juga melalui modul ini dalam bentuk penetapan otorisasi pengguna (user).</p>
<ul>
<li><strong>Modul PIM</strong></li>
</ul>
<p>Modul inti ini mengelola semua informasi terkait karyawan yang relevan termasuk di dalamnya berbagai jenis informasi pribadi (personal information), rincian kualifikasi (detailed qualification) dan pengalaman kerja (work experience), informasi yang terkait dengan pekerjaan dan lain sebagainya. Foto karyawan juga dapat dimasukkan ke sistem dengan baik. Informasi yang ditampung dalam modul ini dimanfaatkan oleh modul-modul lainnya, sehinga mengurangi data yang mubazir dan saling tumpang tindih.</p>
<ul>
<li><strong>Modul ESS (Employee Self Service)</strong></li>
</ul>
<p>ESS adalah alat bantu yang ampuh untuk memberikan kemudahan bagi karyawan perusahaan guna melihat informasi yang relevan, seperti informasi pribadi, memperbarui data pribadi via web, mendaftar cuti (applying for leave) dan mengedit jadwal kerja pribadi tanpa merepotkan staf HR.</p>
<p>Fungsionalitas modul ini terentang di seluruh sistem, menjadikan informasi tersedia setiap saat dimana pun. Tentu saja semua informasi ini tergantung pada kebijakan keamanan informasi perusahaan, dimana setiap orang hanya dapat melihat informasi sejauh batas hak dan otoritas yang ia miliki. Solusi fungsionalitas ini sangatlah menghemat waktu dan biaya.</p>
<ul>
<li><strong>Modul Cuti (Leave Module)</strong></li>
</ul>
<p>Sebuah modul pengelolaan cuti (leave) yang komprehensif dengan kemungkinan yang luas untuk mendefinisikan berbagai jenis cuti (leave types), libur perusahaan (company holidays) dan lain-lain. Modul ini menyediakan semua proses pengajuan cuti dan proses persetujuannya. Selain itu, modul ini dapat menampilkan informasi tentang hak cuti, sisa cuti, riwayat cuti dan lain sebagainya. Konsep berbasis web dan pelayanan mandiri (self-service) ini menyederhanakan berbagai prosedur cuti yang saling berhubungan, mengurangi pekerjaan administratif, menghemat kertas dan biaya.</p>
<ul>
<li><strong>Modul Waktu Kerja (Time Module)</strong></li>
</ul>
<p>Modul ini mengotomatisasi proses yang terkait dengan penelusuran waktu (kerja). Modul ini membantu mencapai efisiensi dalam mengelola data tenaga kerja dan meningkatkan pengelolaan angkatan kerja. Modul waktu kerja memberikan kemudahan bagi karyawan untuk mendefinisikan dan mengisi jadwal kerja mereka sendiri yang dapat diterima/ditolak dan dimodifikasi oleh atasan mereka. Modul ini memiliki</p>
<p>fungsionalitas untuk menelusur kehadiran karyawan, dimana karyawan dapat memasukkan waktu hadir kerja (punch in) dan waktu pulang kerja (punch out). Melalui modul waktu kerja ini karyawan dapat jam kegiatan (time events) yang terkait dengan proyek tertentu, dimana mereka bekerja dan administrator proyek dapat mengelola proyek dengan mudah melalui fungsionalitas yang ditawarkan melalui item laporan proyek.</p>
<ul>
<li><strong>Modul Laporan (Report Module)</strong></li>
</ul>
<p>Fitur ini menghasilkan beragam report yang dapat dirias sesuai dengan kebutuhan anda. Setiap nomor laporan dapat didefinisikan dengan memilih dari rentang sebuah kriteria pencarian dan field laporan. Definisi laporan dapat disimpan untuk menghindari pengerjaan yang berulang. Sekali sebuah laporan telah didefisinikan dan disimpan, tampilan laporan dapat dibuat dengan memasukkan kriteria data yang diminta.</p>
<ul>
<li><strong>Modul Pelacak BUG (Bug Tracking Module)</strong></li>
</ul>
<p>Pada setiap kesalahan atau ketidaksempurnaan sistem (bug) terjadi kala. menggunakan sistem ini, bug tersebut dapat segera dilaporkan secara online dengan menggunakan modul Bug Tracker sehingga developer memperoleh masukan untuk memperbaikinya.</p>
<ul>
<li><strong>Modul Rekrutmen (Recruitment Module)</strong></li>
</ul>
<p>Modul ini memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk memasang iklan lowongan kerja secara on-line di web dengan menggunakan fitur yang ada dalam sistem ini. Pemasang iklan dapat melakukan posting iklan dengan mudah, melacak progres pemrosesan pelamar hingga proses wawancara sampai proses penerimaannya. Sementara itu, pencari kerja dapat melakukan posting lamaran kerja mereka dalam</p>
<p>format standar dan sederhana. Pemberitahuan kepada pencari kerja dapat diinformasikan dengan mudah melalui email.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fstore.visikata.com%2Fsoftware%2Fmengelola-sdm-dengan-software-orangehrm%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://store.visikata.com/software/mengelola-sdm-dengan-software-orangehrm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MINDMAP Untuk Meningkatkan Kreativitas</title>
		<link>http://store.visikata.com/review/mindmap-untuk-meningkatkan-kreativitas/</link>
		<comments>http://store.visikata.com/review/mindmap-untuk-meningkatkan-kreativitas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 08:49:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bookstore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Mindmap]]></category>
		<category><![CDATA[Tony Buzan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://store.visikata.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Review oleh Sayuri Yosiana Tentang Mindmap : Sebuah inovasi terbaru dalam jagad raya pengetahuan manusia telah lahir dengan segala kesederhanaanya, namun merupakan produk paling canggih yang oernah lahir dari otak manusia, MINDMAP. Apa itu Mindmap? Sebenarnya di jaman teknologi  canggih &#8230; <a class="more-link" href="http://store.visikata.com/review/mindmap-untuk-meningkatkan-kreativitas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Review oleh<a title=" Sayuri Yosiana" rel="nofollow" href="http://www.sayuriyosiana.com/portofolio/"> Sayuri Yosiana</a></p>
<p><strong>Tentang Mindmap :</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/10/mindmapkreatifitas.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-51" title="mindmapkreatifitas" src="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/10/mindmapkreatifitas.jpg" alt="" width="318" height="468" /></a>Sebuah inovasi terbaru dalam jagad raya pengetahuan manusia telah lahir dengan segala kesederhanaanya, namun merupakan produk paling canggih yang oernah lahir dari otak manusia, MINDMAP.</p>
<p>Apa itu Mindmap? Sebenarnya di jaman teknologi  canggih bernama internet, segala informasi terbaru sudah tak sulit lagi untuk di akses, dari pelosok dunia manapun selama ada networkingnya. Begitu pula dengan penemuan mindmap.</p>
<p>Mind map di temukan oleh Tony Buzan, seorang pengarang yang melahirkan banyak karya mengenai system kerja otak manusia, terutama otak kanan. Buzan menamakan penemuannya ini dengan mindmap, dan menjulukinya sebagai “pisau swiss otak”. Dan hasil penemuannya ini telah dipakai jutaan orang di seluruh dunia. Mulai dari para atlet kelas dunia dalam kejuaraan2internasional, para pengusaha kelas kakap, sampai mahasiswa, pelajar, dan ibu rumahtangga. Bahkan mungkin juga para penganggur yang sedang focus mencari pekerjaan dan menata hidupnya agar mencapai masa depan ideal, lewat mindmap ini.</p>
<p>Dan kini di Indonesia, kita sudah dapat bukunya yang ternyata lumayan tipis untuk isinya yang sangat memawa pencerahan atas terlenanya fungsional otak  kita dalam menerapkan target-target di setiap pekerjaan dan tindakan kita sehari-hari. Mindmap membantu manusia untuk menata setiap apa yang menjadi rencana2nya  dengan lebih focus, terarah, dan bebas merdeka tanpa hambatan bagaikan jalan tol, andai kita memang dapat menerapkannya sesegera mungkin..</p>
<p><strong>Fungsi Mindmap</strong></p>
<p>Dalam buku karya Tony  Buzan ini diterangkan beberapa fungsi mindmap, a.l</p>
<ul>
<li>Menjadi lebih kreatif</li>
<li>Menghemat waktu</li>
<li>Memecahkan masalah</li>
<li>Berkonsentrasi</li>
<li>Mengatur dan menjernihkan<a title=" fikiran" rel="nofollow" href="http://kabarsehat.com/blog/tag/pikiran/"> fikiran</a></li>
<li>Lulus ujian dengan nilai-nilai baik</li>
<li>Mengingat dengan baik</li>
<li>Belajar lebih cepat dan efisien</li>
<li>Belajar dengan lebih mudah</li>
<li>Melihat gambaran “keseluruhan”</li>
<li>Membuat rencana</li>
<li>Berkomunikasi</li>
<li>Bisa tetap bertahan hidup!</li>
<li>Menyelamatkan pohon!</li>
</ul>
<p><em>( Halaman 10)</em></p>
<p><strong>Eksplorasi Otak Manusia Via Mindmap</strong></p>
<p>Dalam mindmap, system bekerja otak di setting secara <a title="alami" rel="nofollow" href="http://kabarsehat.com/blog/tag/alami/">alami</a>. Otomatis bekerjanyapun sesuai dengan kealamian cara berfikir manusia penggunanya. Mindmap membuat otak manusia tereksplor dengan baik, dan bekerja sesuaoi fungsinya. Seperti kita ketahui, otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Dalam mindmap, kedua sistem otak di aktifkan sesuai porsinya masing2.</p>
<p>Maka dengan menggunakan sistem mindmap, kedua system otak bekerja secara sinkron. Tidak berat sebelah, sehingga bisa ter-<em>eksplor</em> dengan baik.</p>
<p><strong>Cara Sederhana Membuat Mindmap</strong></p>
<p>Mindmap sangat mudah dipraktekkan dalam setiap kegiatan sehari-hari. Bahkan untuk hal-hal yang bersifat pribadi sekalipun. Misalnya menggunakan mindmap untuk merencanakan kegiatan keluarga. Seperti yang diceritakan dalam buku ini. Tentang sebuah keluarga yang menggunakan mindmap baik harian, mingguan, tahunan, dan juga acara-acara istimewa.</p>
<p>Mindmap diletakkan dalam suatu tempat, yag dikeluarganya dianggap sebagai pusat kegiatan keluarga, dan merupakan tempat dimana mindmapnya semakin sering di jumpai, pintu lemari es. (hal 35)</p>
<p>Dalam buku ini jelas terlihat tahap-tahap mindmap yang digunakan keluarga tsb sangat detail dan terorganisir dengan baik dan terpadu, melibatkan seluruh anggota keluarganya.</p>
<p>Mindmap Sebagi Website Pribadi</p>
<p>Mindmap tak beda dengan sistem computer buatan manusia. Dalam mindmap, komputernya sendiri adalah otak manusia. Karenanya tiap orang tentulah memiliki apa yang namanya website pribadi. Bedanya mindmap tak terbatas, dan mampu mempunyai sistem memory yang super canggih melebihi system computer secanggih apapun. Tentu saja, bukankah otak manusia buatan Tuhan memang bagaikan ruang tak berbatas?</p>
<p>Maka bila kita ingin menggali kembali informasi-informasi  yang pernah tersimpan, ataupun menerima info2 baru , maka  otak kita ibaratnya website pribadi yang siap bekerja menampung semuanya. Namun adakalanya , kita tak mampu menggali kembali segala informasi yang pernah mampir, dikarenakan keterbatasan daya ingat kita yang terbatas.</p>
<p>Maka dengan adanya mindmap, membantu kita untuk lebih focus dalam menggali kembali serta menyaring informasi apa saja yang ingin kita ambil kembali. Mindmap mengajarkan kita untuk berfikir secara praktis dengan cara yang sesederhana mingkin, namun teratur dan meminimalisir kekacauan arus informasi yang ingin kita ambil dalam website pribadi kita, otak kita sendiri.</p>
<p><strong>Para Pengguna Mindmap</strong></p>
<p>Saat ini para pengguna mindmap sudah tersebar dimana-mana. Mindmap di sosialisasikan kesegala bidang kegiatan. Gunanya, apalagi kalau bukan untuk membatu setiap orang dapat mencapai target-targetnya dengan cara yang seserhana mungkin, namun rapi, teratur, dan tentunya focus. Bahkan dalam bidang olah raga mindmap telah membantu banyak atlet meraih prestasinya. Sekali lagi, mindmap hadir untuk menyederhanakan system bekerja otak manusia yang konvensional, cenderung monoton. Mindmap hadir dengan keceriaan warna warni, asosiasi manusia terhadap masalah atau informasi yang ada, serta cara bekerja yang efisien</p>
<p>Para pengguna mindmap dapat segera membedakan betapa rencana-rencana mereka lebih terarah. Dengan demikian membuat hidup mereka lebih berarti dan terencana dengan baik. Mindmap mengajarkan kita untuk focus pada apa yang sedang kita fikirkan dan rencanakan. Maka para pengguna mindmap cenderung lebih sederhana cara berfikir dan bekerjanya, karena mereka tak lagi tumpang tindih dalam menjalankan visi dan misinya. Pengguna mindmap daya kreativitasnya cenderung meningkat, karena otak mereka tereksplor dengan baik. Memungkinkan mereka untuk lebih banyak menciptakan karya yang tak terbayangkan sekalipun.</p>
<p>Maka buku “mindmap untuk meningkatkan kreativitas” karya spektakuler Tony Buzan inipun mampu membuat para pembaca  yang apatis sekalipun, dapat tercerahkan untuk memulainya. Karena disini di gambarkan cara-cara yang sederhana dalam menggunakan maindmap dalam kehidupan sehariphari, sampai pada rencana besar masa depan kita.</p>
<ul>
<li><em>Buku: Mindmap Untuk Meningkatkan Kreatifitas</em></li>
<li><em><a title="Penulis" rel="nofollow" href="http://www.visikata.com/">Penulis</a> : Tony Buzan<br />
</em></li>
<li><em>Penerbit: Gramedia<br />
</em></li>
<li><em>Tahun : 2004</em></li>
</ul>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fstore.visikata.com%2Freview%2Fmindmap-untuk-meningkatkan-kreativitas%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://store.visikata.com/review/mindmap-untuk-meningkatkan-kreativitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quantum Writing: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis</title>
		<link>http://store.visikata.com/review/quantum-writing-cara-cepat-nan-bermanfaat-untuk-merangsang-munculnya-potensi-menulis/</link>
		<comments>http://store.visikata.com/review/quantum-writing-cara-cepat-nan-bermanfaat-untuk-merangsang-munculnya-potensi-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 03:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bookstore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://store.visikata.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Diana AV Sasa Quantum Writing: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis Penulis: Hernowo Penerbit: Mizan Learning Centre (2004) Siapa pun yang ingin jadi penulis ia bukan hanya harus menguasai teori teknik menulis yang baik. Lebih dari &#8230; <a class="more-link" href="http://store.visikata.com/review/quantum-writing-cara-cepat-nan-bermanfaat-untuk-merangsang-munculnya-potensi-menulis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Diana AV Sasa</p>
<p>Quantum Writing: Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis<br />
Penulis: Hernowo<br />
Penerbit: Mizan Learning Centre (2004)</p>
<p><a href="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/10/quantumwriting.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-57" title="quantumwriting" src="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/10/quantumwriting.jpg" alt="" width="181" height="272" /></a>Siapa pun yang ingin jadi penulis ia bukan hanya harus menguasai teori teknik menulis yang baik. Lebih dari itu, ia mesti mampu mengusir segala pikiran negatif yang menghambat energinya untuk menulis.</p>
<p>Kebanyakan penulis pemula mengalami hambatan dan kemandegan ketika mengawali proses penulisan. Hambatan itu bisa berupa persepsi dan cara pandang terhadap tujuan dan kedirian.</p>
<p>Bisa juga berupa kebingungan mengurai isi pikiran yang berkelebatan. Hernowo melalui Quantum Writing-nya mencoba membantu mengurai hambatan-hambatan itu. Quantum Wrtiting ini merupakan saudara kembar dari Quantum Reading yang terbit sebelumnya. Mereka beda kulit namun sama secara substansi. Masing-masing memiliki ciri khusus, namun saling terikat satu dengan yang lain. Jiwa, semangat yang ada di dalamnya sama.</p>
<p>Dari sisi tubuh, tak ada yang istimewa dari Quantum Writing. Hanya tampak bahwa tulisan judulnya begitu keras, tegas, dan dinamis karena tampak menonjol dengan latar belakang hitam. Berlawanan dengan saudara kembarnya, Quantum Reading, yang lebih bernuansa cerah dan ringan dengan design yang pula sederhana. Mungkin keduanya sengaja dibedakan untuk menegaskan bahwa dua buku ini saling melengkapi. Hitam-putih. Berat-ringan.</p>
<p>Seperti saudara kembarnya, Quantum Writing juga membahas mengenai manfaat menulis dan cara pandang terhadap proses menulis. Ketika banyak penulis mengatakan bahwa menulis dapat menyehatkan tubuh, Hernowo pun mengakui. Fatima Mernisi bilang, “Usahakan menulis setiap hari, niscaya kulit Anda akan menjadi segar kembali akibat kandungan manfaat yang luar biasa”.</p>
<p>Dr. Pennebaker bahkan telah melakukan penelitian dan mengatakan, “Orang-orang yang menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka tentang pengalaman traumatis menunjukkan peningkatan fungsi kekebalan tubuh dibandingkan dengan orang-orang yang menuliskan masalah-masalah remeh temeh. Menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam tentang trauma yang mereka alami menghasilkan suasana hati yang lebih baik, pandangan yang lebih positif, dan kesehatan fisik yang lebih baik” .</p>
<p>Ya, menulis tentang trauma, menuliskan hal-hal yang sangat pribadi akan membantu melepaskan beban dan keresahan yang ada di hati. Menulis hal pribadi membantu menggali sisi paling intim dan emosional seseorang. Semakin dalam akan semakin membantu menjernihkan pikiran dan bahkan menyelesaikan masalah. Karena itu menulis catatan pribadi menjadi sangat penting dilakukan bagi siapa saja. Terutama bagi mereka yang sering berada pada situasi bertekanan tinggi.</p>
<p>Bagaimana jika tulisan terbaca orang lain? Ketakutan semacam ini sering menghantui dan menjadi penghambat yang bisa sampai mengagalkan niat menulis. Ada caranya agar semua tetap menjadi rahasia. Kata Dr. Pennebaker yang dikutip Hernowo, semua harus dilakukan secara anonim dan dirahasiakan.</p>
<p>Apa yang harus ditulis? Apa saja. Apa saja yang diinginkan. Bebaskan diri. Biarkan setiap kata mengalir apa adanya. Tumpahkan saja. Bahkan caci-maki, sumpah serapah atau ratapan sekalipun. Kebingungan pun layak ditulis. Pikiran kosong pun tulis saja. Titik-titik, tanda seru, tanda tanya berderet-deret juga sah untuk ditulis.</p>
<p>Tidak usah terlalu memikirkan tata bahasa, ejaan, atau struktur kalimat. Tulis saja sealami mungkin. Ini akan sangat membantu meringankan beban yang menggelayut. Dan akibatnya pikiran akan lebih sehat. Badan pun ikut sehat. Maka yakinilah sedalam-dalamnya bahwa menulis menyehatkan dan buktikanlah.</p>
<p><strong>Menukik Lebih Dalam</strong><br />
Jika konsep dasar pada keyakinan dan cara pandang bahwa menulis menyehatkan sudah terbangun, maka kemudian tinggal membangun kesadaran konsep bahwa “menulis untuk diri sendiri”. Ini konsep dasar bagaimana menjadikan menulis sebagai alat untuk mengatasi persoalan dalam diri. Untuk menyelesaikan masalah-masalah kedirian, perlu dilatih untuk mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang tujuan dan visi diri.</p>
<p>Mengajukan pertanyaan bukan hal yang mudah. Ada hambatan-hambatan dalam diri yang menjadikan pertanyaan sulit diurai. Apa lagi pertanyaan itu mesti ditulis. Mengapa ditulis? Karena ini tentang belajar menulis bukan bicara. Maka hambatan-hambatan itu harus dihilangkan terlebih dahulu. Menulis kita jadikan alat untuk mengusir hambatan itu.</p>
<p>Hambatan pertama yang sering membuat orang susah bertanya adalah KETIDAKTAHUAN. Ketika kita tidak tahu apa-apa, untuk bisa melakukan hanya satu hal yang bisa dilakukan: meniru. Ini seperti konsep bayi yang baru lahir. Mula-mula hanya meniru lalu lambat laun dapat melakukan dengan sempurna. Dengan meniru kita akan mengalami proses dari tidak tahu menjadi tahu. Dengan meniru menulis, akan tergali potensi menulis dalam diri. Bahkan kita jadi tahu apakah kita punya bakat menulis atau tidak.</p>
<p>Banyak penulis pemula yang tak yakin bahwa ia bisa menulis. Padahal menulis ini bisa membantu melepaskan dari keterikatan pandangan yang mengekang. Penulis bebas mengurai pendapat sekalipun berbeda dengan sekitarnya. Menulis membantu berlatih mengurai argumen agar dapat menolak dan berpendapat dengan santun. Jadi tak perlu takut berbeda pandangan.</p>
<p>Rasa takut disalahkan, takut dikecam, takut dinilai juga jadi penghambat. Rasa TAKUT membuat diri tak berkembang. Maka hilangkan dengan memberi sugesti bahwa menulis ini untuk diri sendiri. Risikonya ditanggung sendiri. Tanggung jawabnya juga hanya pada diri sendiri. Jika lepas dari beban ini dan ketakutan itu sirna maka hambatan yang lain juga dapat diurai.</p>
<p>Rasa takut yang hilang akan memunculkan rasa percaya diri. Ini penting, karena penghargaan terhadap diri yang rendah juga merupakan hambatan yang harus dibuang jauh-jauh. Dengan menulis, akan tergali potensi yang sebelumnya tak disadari. Dengan menulis penghargaan terhadap diri itu akan tumbuh.</p>
<p>Menulis juga membantu diri untuk keluar dari kungkungan rasa gengsi dan sok tahu. Dengan menulis, kita belajar untuk lebih bijak mengurai masalah sehingga lebih hati-hati dalam memutuskan sesuatu.</p>
<p>Jika semua hambatan-hambatan dalam diri itu telah terhapus, dan menulis telah menjadi candu yang mengalir alami, selanjutnya tinggal melatih menulis untuk orang lain.</p>
<p><strong>Menulis untuk Dibaca Orang Lain</strong><br />
Hernowo mengutip pendapat Smith bahwa menulis punya dua alasan. Yaitu untuk berkomunikasi dengan orang lain dan untuk untuk memperjelas dan merangsang pikiran dalam diri kita. Pada tahap ini kita akan berlatih berbagi pengalaman. Baik dari pengalaman diri sendiri maupun dari orang lain yang kita ceritakan kembali. Untuk memperkaya pengalaman itu kunci utamanya adalah membaca. Karena Quantum Writing adalah saudara kembar Quantum Reading, seperti halnya menulis adalah pasangan membaca, keduanya saling melengkapi.</p>
<p>Membaca menambah kekayaan kosa kata dalam menulis. Membaca, menurut Hernowo, membantu penulis menemukan gaya penulisan. Juga membantu menyelesaikan masalah dan menjadikan kita semakin cerdas.</p>
<p>Seperti selalu diungkapkan Hernowo dalam setiap buku-bukunya, menulis merupakan proses pengikatan makna dari aktivitas membaca. Sebaliknya, membaca membantu memberikan bahan-bahan untuk diolah dalam penulisan. Semakin beragam bacaan akan semakin beragam pula materi tulisan yang dimiliki. Proses adaptasi membaca ke gaya menulis ini berjalan tanpa disadari. Menyusup begitu saja dengan alami dan naluriah. Penulis yang terus berlatih lama-kelamaan akan terbiasa dengan proses ini.</p>
<p>Penulis yang mencintai proses pencarian kedirian dan bentuk tulisannya akan terbantu dengan buku ini. Setidaknya ia memberikan masukan-masukan agar penulis bisa melakukan refleksi ulang atau bahkan rekonstruksi atas motivasi, niat, tujuan, hingga persepsi-persepsinya tentang menulis. Ditambah beberapa tips teknik menulis, Hernowo seakan ingin menunjukkan bagaimana membaca memberikan pengaruh gaya penulisan. Membaca memberikan masukan materi pada tema tulisan. Setelah menutup buku, pembaca akan menyimpulkan sesuatu dan menuliskannya. Seperti pembaca yang menulis catatan ini.</p>
<p>Hernowo memang hanya mengutip dan menukil dari pendapat para ahli. Kemudian ia merangkainya dengan kata-katanya sendiri. Tak perlu memperdebatkan keorisinilan idenya. Hernowo telah menunjukkan teori-teori yang ditulisnya dengan langsung mewujudkan pada buku yang ditulisnya sendiri.</p>
<p>Saya kemudian meringkas lagi tulisannya. Jadi ini seperti efek berantai. Salah? Tidak. Justru inilah inti membaca itu sebenarnya. Membaca dapat dianggap berhasil apabila pembaca dapat memahami yang dibaca. Memahami di sini bukan sekadar menyerap isi namun juga termasuk menangkap kekurangan dan kelebihan di dalamnya. Ini yang namanya membaca membawa kesan. Kesan itu jika dituliskan akan memberi manfaat bagi diri dan bagi orang lain.</p>
<p><em>Menulis intinya adalah berbagi. Maka menulislah</em>. (Diana AV Sasa)</p>
<p><strong>Tips Cara Bertanya/Meminta:</strong><br />
1. Bertanyalah seakan-akan Anda memang seharusnya mendapatkan (percaya diri dan yakin bahwa kita akan mendapat jawaban yg kita mau)<br />
2. Bertanya pada orang yang bisa memberikan jawab/ahlinya<br />
3. Sebut dengan rinci apa yang ingin Anda tahu<br />
4. Tanyakan dengan sungguh-sungguh<br />
5. Tanyakan dengan humoris dan kretatif<br />
6. Memberilah supaya menerima: bersikap baik<br />
7. Bertanyalah berulang-ulang.</p>
<p><strong>Tips Menulis ala Hernowo:</strong><br />
1. Buat peta pikiran ide, mind mapping, cara-caranya ada dalam Quantum Writing maupun Quantum Reading<br />
2. Dengarkan musik yang merangsang kreativitas atau imajinasi. Disarankan musik klasik.<br />
Untuk merangsang imajinasi :<br />
<em> Bethoven (Symphony No.6 atau “Pastoral”<br />
Berlioz (Harold in Italy)<br />
Bloch (Schelomo)<br />
Britten (Four Sea Interludes from Peter Grimes)<br />
Copland (Lincoln Portrait, Quiet City, Appalachian spring)<br />
Delius (Florida Suite)<br />
Dvorak (Slavonic Dances)<br />
Haydn (The Creation)<br />
Hovanhess (Misterious Mountain)<br />
Ravel (Daphnis and Chloe. Suite No.2, Mother Goose Suite, “The fairy Garden”)<br />
Sibelus (The Bard)<br />
Smetana (The Moldau, The High Castle)</em></p>
<p>Untuk meningkatkan kreativitas:<br />
<em> Sibelius (Symphony No.2,1st movement)<br />
Vaughan Williams (In the Fen Country)<br />
Delius (Koanga:”La Calinda”)<br />
Kalinnikov (Aka Kombo)<br />
D’Indy (Symphony on a French Mountain Air,1st movement)<br />
Vaughan Williams(Norfolk Rhapsody No.1)<br />
Mendelssohn (Scottish Symphony No.3,2nd movement)<br />
Faure (Pavane)<br />
Ravel (cuplikan Daphnis and Chloe, Suite 2)</em><br />
3. Menulis cepat<br />
4. Gunakan bahasa yang memperagakan bukan memberitahukan (Show Not Tell)<br />
5. Buat peta kreatif, menulis mengalir, edit ulang.</p>
<p><strong>Tips Menemukan Gaya:</strong><br />
1. Tentukan siapa pembacanya<br />
2. Pikat mereka<br />
3. Beri alasan<br />
4. Jangan bertele-tele<br />
5. Buat tampilan memikat<br />
6. Akhiri dengan ledakan.</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fstore.visikata.com%2Freview%2Fquantum-writing-cara-cepat-nan-bermanfaat-untuk-merangsang-munculnya-potensi-menulis%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://store.visikata.com/review/quantum-writing-cara-cepat-nan-bermanfaat-untuk-merangsang-munculnya-potensi-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengarang Itu Gampang</title>
		<link>http://store.visikata.com/review/mengarang-itu-gampang/</link>
		<comments>http://store.visikata.com/review/mengarang-itu-gampang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 03:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bookstore</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Arswendo]]></category>
		<category><![CDATA[Mengarang]]></category>
		<category><![CDATA[Penulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://store.visikata.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[“Jangan hanya membaca. Kalau saat itu sudah mencoba mengarang, pasti lain halnya. Untuk yang terakhir ini saya percaya penuh. Cobalah mengarang sekarang juga, jangan menunggu dua puluh tahun lagi. Jangan menunggu dua hari lagi. Sekarang juga. Tutup buku ini, mulai.” &#8230; <a class="more-link" href="http://store.visikata.com/review/mengarang-itu-gampang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Jangan hanya membaca. Kalau saat itu sudah mencoba mengarang, pasti lain halnya. Untuk yang terakhir ini saya percaya penuh. Cobalah mengarang sekarang juga, jangan menunggu dua puluh tahun lagi. Jangan menunggu dua hari lagi. Sekarang juga. Tutup buku ini, mulai.”</p>
<p><a href="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/10/menulisgampang200.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-60" title="menulisgampang200" src="http://store.visikata.com/blogshop/wp-content/uploads/2010/10/menulisgampang200.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Begitu tulis Arswendo dalam pengantar edisi kedua buku Mengarang Itu Gampang yang sudah lebih dari 5 kali cetak ulang selama sepuluh tahun sejak 1981 hingga 2001.</p>
<p>Paragraf terakhir Arswendo itu mendorong saya untuk terus memamah isi bukunya. Sebagai penulis pemula, kata-katanya cukup melecut untuk penasaran mengetahui trik dan resep apa yang dipunya seorang maestro agar menulis (baca: mengarang) bisa lebih mudah dan ciamik. Maka saya pun menekuni setiap bab pada buku itu dengan gairah yang menyala.</p>
<p>Buku itu tak terlalu tebal. Hanya 118 halaman. Cukup ringan untuk sebuah buku panduan. Ditulis dengan teknik tanya jawab. Gaya bahasanya juga ringan dan bertutur meski materi bahasannya berat. Wendo tampaknya cukup mahir menjadikan yang berat jadi enteng, yang berkabut menjadi jernih dan terang.</p>
<p>Ada “tapinya”. Saya jadi jenuh saat memasuki lembaran tengah. Semangat dan gairah yang sejak awal saya sulut mendadak meredup dan menghentikan alur baca saya hingga hanya membaca sekilas lalu.</p>
<p>Pada awal bab, Wendo mengajak pembaca untuk melihat alasan mengapa menurutnya mengarang itu gampang. Ada 4 pondasi yang diletakkannya untuk mengatakan menulis itu gampang. Pertama, harus bisa membaca dan menulis. Syarat ini tentu banyak yang bisa memenuhi, tak terlampau sulit.</p>
<p>Kemudian pondasi berikutnya adalah minat dan ambisi yang terus-menerus. Membaca dan menulis yang baik perlu latihan, perlu disiplin, perlu minat yang tak kunjung habis. Minat dan ambisi seperti juga rasa cinta, selalu ada, terus mengalir. Ini didasarkan pada kepercayaan diri, bahwa dengan mengarang kita melakukan sesuatu yang dicintai, dan kita percaya, ada Sesutu yang baik yang akan kita lakukan dengan itu. Wendo benar tentang ini. Rasa cinta memang membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah dan ringan dijalani. Jika sudah ada rasa cinta, maka langkah akan mengalir dengan sendirinya. Semangat ini menjadikan menulis terkesan mudah.</p>
<p>Pondasi sudah diletakkan. Wendo kemudian menuntun memahami bagaimana meramu sebuah ilham sehingga menjadi ide. Diperlukan dua hal yang bisa menjadi kompas: Untuk apa kamu menulis? Apa sebenarnya kemauanmu menulis? Di sinilah peran pandangan penulis terhadap sebuah ilham sangat menentukan. Pada bagian ini penulis bisa memilih ingin menggabung realitas dan imajinasi dengan porsi dan cara bagaimana. Sebagian atau keseluruhan, terserah penulisnya.</p>
<p>Ide yang sudah ada itu hanya akan menjadi sebatas ide jika tak dituliskan. Maka segera saja mulai menulis. Jika belum siap, bisa diawali dengan membuat coretan tentang ide dasar yang ingin dikembangkan. Untuk itu diperlukan pengetahuan tambahan. Maka penulis harus mencari informasi pendukung idenya itu sehingga bahan yang akan diolah makin banyak.</p>
<p>Saya sepakat dengan Wendo. Di era internet ini, mencari bahan pendukung penulisan sudah bukan hal sulit. Cukup tanyakan Paman Google, dan segudang bahan akan tersedia. Hanya tinggal diperlukan kemahiran menguatak-atik bahan dan menyelipkan gagasan kita dalam rangkaian tulisan. Tugas seorang pengarang sebenarnya adalah menggabung-gabungkan hal yang sepertinya tak ada hubungannya menjadi saling terkait. Ini adalah seni menulis kreatif yang merupakan sikap dasar penulis. Kreatif menggabung-gabungkan, seperti menjahit kain perca hingga menjadi lembaran warna-warni yang cantik dan unik berirama.</p>
<p>Sampai tahap ini saya masih cukup mengikuti alur buku ini. Memasuki bahasan berikutnya, saya mulai jenuh. Ini seperti mendapat pelajaran mengarang di sekolah. Beberapa macam jenis plot dipaparkan. Plot dengan ledakan, plot lembut, plot lembut meledak, plot terbuka, plot tertutup, sampai bagaimana mengembangkan plot.<br />
Plot yang sudah didapat, tulis Wendo, harus dikembangkan dengan mencari sebab agar mendapat kesimpulan akibat. Kemudian bagaimana plot ini dikunci dengan penutup dan akhir yang tepat. Selanjutnya diulas bagaimana menghadirkan tokoh, memilih tempat/lokasi cerita dan penggambarannya. Diakhir baru dibahas mengenai tema.<br />
Ini agak janggal, karena tema biasanya justru dibahas diawal sebagai sebuah bagian besar dari rentetan teori sebelumnya. Ini barangkali seperti teori paramida terbalik. Yang besar ada di belakang.</p>
<p>Teori yang coba disederhanakan dengan cara dialog ini memang menjadi terkesan ringan, namun tetap saja membuat kepala penuh teori yang mengesankan mengarang jadi berat dan susah karena banyak aturannya. Bagi penulis pemula, hal ini membuat awal menulis jadi terasa berat sekali. Aturan hanya membuat ide penulisan cupet. Belum-belum sudah dihadang aturan yang menggertak bahwa tulisan yang tidak patuh aturan adalah tulisan buruk.</p>
<p>Tips dan trik yang saya harapkan tidak terlampau terpenuhi sampai halaman ke 65 buku ini. Saya hanya seperti mendapat pengulangan dari pelajaran mengarang saya di sekolah. Pada sisa bab yang ada, penulis memberikan bonus pengetikan dan ejaan yang baik. Ini menjadikan beban untuk memulai tambah berat dipundaki. Baru mau mengawali sudah tambah beban ejaan yang rumit diingat. Mau mulai mengetik saja sudah khawatir ejaan dan bahannya tidak tepat. Materi tambahan ini jika tidak suka bisa dilewatkan saja, karena meski menulis dengan ejaan yang benar itu lebih baik dan penting, namun tugas itu bisa menjadi lebih ringan ketika dibagi dengan editor yang lebih menguasai ilmunya. Tugas penulis adalah menulis.</p>
<p>Bonus lain di bab akhir adalah bagaimana mengirim karangan ke media. Bagaimana antisipasi jika karangan ditolak. Hingga sistem pembayaran honor. Pentingnya membaca karya satra, dan juga beberapa pekerjaan alternatif yang bisa dijadikan sandaran hidup seorang penulis. Walau saya kurang yakin, Wendo tetap keukeuh menyakinkan untuk percaya bahwa mengarang itu gampang. Tinggal menjajal dan membuktikannya. Percaya bahwa mengarang itu pekerjaan terhormat, tidak kalah dan tidak lebih daripada profesi-profsi lain.</p>
<p>Buku ini adalah buku yang cukup legendaris pada era 80an. Ketika itu menulis masih belum dianggap pekerjaan menjanjikan. Sehingga kehadiran buku ini cukup membantu sebagai panduan bagi mereka yang ingin mulai menekuni dunia tulis menulis. Nama besar seorang Arswendo mempengaruhi larisnya buku ini di pasaran. Saya pribadi sebagai penulis pemula, melihat buku ini lebih sebagai panduan menulis dengan baik, bukan sebuah buku yang memberikan tips dan trik menulis sehingga menjadi mudah.</p>
<p>Alasan kecintaan pada profesi memang bisa membantu beban menjadi ringan, namun untuk menjadikannya mudah butuh panduan dan penjelasan yang mudah dimengerti pula. Buku ini tidak cukup mengakomodir itu. Gaya penulisannya memang ringan, namun topik bahasannya berat. Contoh-contoh buku yang dihadirkan pun cenderung jarang dikenal. Sebut saja The Social Construction of Reality-nya peter l berger dan Thomas Luckman, Little House on the Priere-nya Laura Ingall Wilder, Untung Suropati-nya Abdul Muis, dan sebagainya. Bagi yang tidak pernah membaca buku ini akan sulit sekali menangkap penggambaran yang dimaksudkan penulis.</p>
<p>Terlepas dari kekurangan dan kelemahannya, buku ini layak menjadi referensi bacaan dan panduan bagi mereka yang telah rajin menulis, telah menemukan menulis sebagai sebuah aktivitas yang penuh disiplin dan ingin mengembangkan kemampuannya sehingga tulisannya lebih bernas.</p>
<p>Pada akhirnya mengarang tidak menjadi lebih gampang setelah membaca buku bertabur teori ini. (Diana AV Sasa)</p>
<iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fstore.visikata.com%2Freview%2Fmengarang-itu-gampang%2F&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;width=450&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;height=80" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; overflow:hidden; width:450px; height:80px;" allowTransparency="true"></iframe>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://store.visikata.com/review/mengarang-itu-gampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

